|
Thursday, 10 March 2011 03:24 |
|
Untuk menyangga daun pintu atau jendela, diperlukan kusen. Kusen biasanya terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu dapat memberi kesan tenang dan hangat dengan tekstur kayunya. Kusen kayu merupakan material yang amat baik sebagai sekat panas. Kusen kayu bisa diolah lagi antaralain dilapisi dengan cat atau dengan tekstur asli hanya di-plitur.
Kusen logam memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat untuk jangka panjang. Kusen logam tidak akan lapuk bila terkena air atau digerogoti rayap. Kusen logam bisa terbuat dari alumunium, baja atau stainless steel. Namun, untuk penampilan rumah, kusen ini kurang indah karena terkesan kaku.
Kusen terdiri dari bagian tertentu: 1. Tiang (style). 2. Ambang (dorpel). Pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah, sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah. 3. Sponneng, yaitu tempat melekatkan daun pintu atau daun jendela. 4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk atau ditanam di dalam tembok. Bagian ini berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang. 5. Alur kapur, yaitu bagian dari tiang (style) yang diberi celah yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang. Selain itu bagian ini juga berfungsi supaya jika terjadi penyusutan, kusen tidak jadi bercelah. 6. Angkur, yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style). Bagian ini berfungsi untuk memperkuat melekatnya kusen pada tembok, serta untuk menahan gerakan daun pintu atau jendela. 7. Duk (neut), yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style) di bagian bawah. Khusus untuk duk kusen pintu, fungsinya adalah untuk menahan gerakan tiang ke segala arah, dan untuk melindung tiang kayu terhadap resapan air dari lantai ke atas.
(UW) Disunting sebagian dari citraenterpreneurship.com (*/kibagus-homedesign)
|